Pulau Tahfidz

Program Pulau Tahfidz adalah sebuah program jangka panjang untuk mengangkat kembali Pulau Penyengat sebagai Pulau Alquran.

Salah satu program utama di Pulau Tahfidz adalah Karantina Tahfidz 6 Bulan di Pulau Tahfidz Penyengat.

Pada program karantina ini santri tidak boleh keluar Pulau sebelum menyelesaikan hafalan alquran 30 Juz. Selanjutnya setelah 6 bulan santri akan menjalani proses pengabdian untuk mengaplikasikan apa yang sudah didapat sekaligus menguatkan hafalan alquran. Diakhir program semua santri akan memperdengarkan hafalan alqurannya 30 Juz dalam satu hari.

Ada yang menarik dalam program Pulau Tahfidz ini, santri bukan hanya menghafal alquran tapi juga mengasah semangat dalam mendakwahkan alquran. Lulusan Pulau Tahfidz kelak diharapkan bukan hanya hafal alquran 30 Juz tapi alquran itu tercermin dalam akhlaq, sikap dan tingkah laku. Santri yang bisa diterima oleh masyarakat, dekat dengan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk juga dekat dengan alquran.

Sebagaimana sebuah komitmen yang disampaikan kepada semua santri “Jika hanya ingin hafal alquran maka bukan disini tempatnya, tapi jika ingin berjuang untuk mensyiarkan alquran maka kita akan berjuang bersama-sama disini”.

Dari komitmen inilah maka jadwal program untuk santri juga dimasukkan jadwal untuk syiar harian, syiar pekanan, dan syiar bulanan. Syiar harian dengan santri hadir lebih dulu di Masjid sebelum azan berkumandang dan santri aktif mengajarkan alquran setiap sore kepada anak-anak dan masyarakat di Pulau Penyengat. Syiar pekanan dengan kegiatan Tasmi’ 5-10 Juz setiap hari Ahad di Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat dan Syiar bulanan dengan mengadakan kegiatan Tasmi’ 30 Juz dalam 1 Hari.

Pulau Tahfidz adalah salah satu dari 3 rangkaian amal di Pusat Alquran Indonesia untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai Pusatnya studi Alquran di Indonesia.

Santri Putra Angkatan II foto bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Riau dalam pembukaan karantina tahfidz
Santri putri angkatan II foto bersama di Asrama Santri Putri bersama Pemilik rumah yang mewakafkan rumahnya untuk asrama santri Pulau Tahfidz
Santri putra angkatan II di halaman Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat
Direktur Program Pulau Tahfidz – Ustadz Eko Iska Risma