DOA HAFIDZ ALQURAN UNTUK DONATUR

Dwika Putra Al Hafidz

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Perkenalkan nama saya Dwika Putra, biasa dipanggil dwika atau dwi. Saya anak ke 2 dari 4 bersaudara. Saya anak laki laki satu satunya di keluarga saya. Saya memiliki kakak perempuan bernama Dhyan Lhola dan 2 adik saya Dhela Trialita dan Devina Keysa. Kedua Orangtua saya sekarang telah tiada. Mama mendahului pergi ke Rahmat Allah saat saya masih diumur 5 tahun. Dan Papa menyusul 9 tahun kemudian tepatnya saat tahun 2014 dan saat itu saya masih baru masuk SMA kelas 1. Sempat merasakan hidup yang cukup susah karena tak ada biaya untuk sekolah dan makan. Dan akhirnya saya menekatkan diri untuk bekerja di saat pulang sekolah, berbeda dengan orang yang lain pulang sekolah istirahat dan belajar. Untuk memenuhi kebutuhan saya juga adik saya.

Saya diajarkan untuk hidup mandiri. Namun, kepergian papa membuat saya semakin tersadar kalau kini sayalah laki laki satu satunya dikeluarga ini. Sehingga membuat saya sadar untuk lebih semangat lagi belajar dan mendekatkan diri ke Allah dan belajar agama Allah. Karena hal yang selalu papa tanamkan adalah jangan pernah tinggal sholat. Juga berbuat baik ke orang.
Waktu itu saya masih kuliah. Dan Ustadz Rasyid yaitu salah satu guru saya memberi informasi tentang beasiswa hafidz yang berada Di Tanjung Pinang yaitu Pusat Alquran Indonesia. Saya senang mendapat kabar itu. Saya ingin mencoba. Saat itu saya masih pertengahan masa kuliah di Universitas Sumatra Utara, Medan. Jurusan Kehutanan. Masih di penghujung tahun ke 2 saya kuliah dan akan masuk tahun ke 3 . Namun saya tetap ingin mencoba agar mengikuti dan berkesempatan untuk mondok dan menghafal alquran. Tahap demi tahap saya ikuti. Dan akhirnya saya lolos. Saya senang tapi juga bimbang. Karena perkuliahan saya masih akan masuk ke tahun ke 3 yang artinya masih tersisa 1 tahun lagi. Qadarullah saya memiliki kesempatan untuk menunda perjalanan itu di kala itu. Saya di izinkan untuk mengikut untuk berangkat di angkatan selanjutnya dengan izin Direktur Pusat Alquran Indonesia.
Dan Alhamdulillah qodarullah saya bisa menyelesaikan kuliah saya kurang dari 4 Tahun, agar bisa langsung melanjutkan mengahafal Qur’an. Ketika sudah menyelesaikan Kuliah dan segala urusan kampus selesai (meskipun ijazah kuliah masih di kampus) yaitu pada tanggal 3 Juni 2021. Saya langsung membeli tiket pesawat untuk berangkat ke Tanjungpinang pada tanggal 12 Juni 2021. Tiba diTanjungpinang saya tidak kenal dengan siapapun, bahkan saya sempat bingung karena tidak pernah merantau ke kota orang. Saya memberanikan diri untuk berjalan kaki dari bandara menuju tempat ibadah yaitu masjid di daerah sekita bandara. Ternyata ketika itu ada satu masjid besar dan saya pun menginap satu malam di sana. Qadarullah saya bertemu dengan orang yang sangat baik yaitu pengurus masjid.

Keeskokan harinya saya ditelpon salah satu ustadz dari Pusat Alquran Indonesia untuk diberitahukan dimana lokasi saya dalam menghafal Al-Qur’an. Ternyata saya harus menuju ke Batam yang harus melewati laut dengan naik kapal Fery dan menempuh perjalanan yang cukup lama hingga akhirnya tiba di pelabuhan Punggur Batam. Lalu berjalan ke masjid Fatimah Az-Zahra yang menjadi salah satu kafilah dalam menghafal Al-Qur’an. Beberapa hari disana, saya akhirnya diputuskan untuk menghafal ke kafilah Setokok yaitu di Rumah Tahfidz Sultan Barelang. Perjalanan menuju kesana menempuh waktu yg lama juga menggunakan angkutan umum. Tibalah saya di Tahfiz Sultan Barelang sebagai tempat saya menghafal alquran.

Sewaktu proses menghafal diawal saya hanya membawa bekal 1 juz hafalan. Saya melihat peserta yg lain sangat luar biasa karena sudah membawa bekal 5 sampai 10 juz hafalan. Itu membuat saya memotivasi diri saya untuk lebih semangat menghafal. Agar kelak impian saya untuk menghafal al Quran tercapai. Dan bisa memakaikan mahkota kepada orang tua saya di syurga kelak.

Momen yg berkesan bagi saya selama menghafal yaitu saya mendapatakan banyak orang baik disekeliling saya sehingga membuat saya nyaman untuk berbuat kebaikan. Alhamdulillah dengan lingkungan di setokok yang asri, bagus sekali untuk mengahafal Al Qur’an. Bahkan kami diajarkan untuk berkebun. Yang sangat bermanfaat sekali untuk kami.

Saya berhasil menyelesaikan hafalan Qur’an 30 juz selama 3 bulan 25 Hari.
Hal ini tidak didapatkan dengan mudah, karena saya bekerja keras dan semangat dalam menghapal, terkadang tidur hanya 2-3 jam saja dalam satu hari. Mulai jam 02.00 sampai jam 23.00 dalam kegiatan ibadah seperti tahajud,witir,Dhuha, sholat lima waktu, serta kegiatan mengahafal. Bahkan juga melakukan puasa Daud agar dengan Amalan puasa Daud ini dapat mempermudah dalam memgahafal.
Tapi hasil tidak mengahianati usaha.

Setelah selesai program karantina 6 bulan dilanjutkan dengan program pembekalan dan pengabdian selama 6 bulan. Akhirnya sampailah Wisuda Akbar dari Angkatan ke 2 dan ke 5 dan qadarullah saya terpilih menjadi santri terbaik yang dipilih melalui penilaian para ustadz, direktur, dan mendapatkan hadiah yang MasyaAllah yaitu umroh oleh para para donatur. Ditambah lagi saya langsung di peluk oleh idola saya yaitu syeikh Khanova Maulana L.c., M.A dalam acara itu. Saya merasa semuanya nya seperti mimpi. Saya masih belum nyangka bisa umroh dan langsung di peluk syeikh serta ustadz rully.

Saya ingin mengucapkan Terima kasih kepada syeikh Khanova, ustadz Rully dan ustadz-ustadz yg lain yang telah memberikan saya ilmu yang sangat bermanfaat. Juga Terima kasih kepada para donatur yang telah mendukung program tahfidz juga memberikan hadiah yang luar biasa ini.

Dan tak lupa pula saya mengucapkan Terima kasih kepada keluarga, saudara, teman, juga Bapak-Bapak dari kampung halaman saya yang sejak awal keberangkatan saya selalu mendukung saya hingga saat ini.

Begitu besarnya kuasa Allah. Dan begitu sayang nya Allah. Selalu mempertemukan saya dengan orang-orang yang baik. Semoga Allah melimphakan rahmat dan pertolongan kepada syeikh, ustadz, para donatur juga seluruh yang telah mendukung saya.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Yuk berbagi kebaikan ...